Tuesday, December 3, 2019

Perawi Hadist Utama - Imam Bukhari

IMAM BUKHARI
Pemimpin Kaum Mukmin di Bidang Hadist

Hilang Penglihatan Waktu Kecil

Imam Bukhari lahir pada hari Jumat tanggal 13 Syawal 194 Hijriyah (210 Juli 810 Masehi) di Bukhara, Uzbekistan. Masa kecil Imam Bukhari penuh dengan kesedihan, karena ia harus kehilangan penglihatannya tak lama setelah lahir. Namun, ibunya selalu berusaha dan berdoa untuk kesembuhan putra tercintanya. Alhamdulillah, atas izin dan karunia Allah, menjelang usia 10 tahun, penglihatannya sembuh. Imam Bukhari pun bisa melihat kembali.

Belajar Hadist Sejak Kecil

Imam Bukhari dididik dalam keluarga ulama yang taat beragama. Ayahnya dikenal sebagai orang yang sangat berhati-hati terhadap hal-hal yg hukumnya bersifat syubhat (ragu-ragu), apalagi terhadap hal-hal yang bersifat haram.
Sejak usia 10 tahun, Imam Bukhari telah mempelajari ilmu hadist yang sulit dan rumit. Bahkan, saat berusia 16 tahun, ia sudah hafal dan menguasai buku-buku seperti "Al-Mubarak" dan "Al-Waki". Saat usia 18 tahun, ia berhasil menerbitkan kitab pertamanya " Qudhoya as Shahabah wat Tabi'in" (Peristiwa-peristiwa hukum pada zaman Sahabat dan Tabi'in)

Pemimpin Kaum Mukmin di Bidang Hadist

Ia adalah seorang ahli hadist yang terkenal, selain Imam Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, An- Nasa'i dan Ibnu Majah. Daya ingat dan kemampuan menghapal Bukhari yang sangat kuat. Itulah mengapa ia banyak meriwayatkan hadist-hadist. Semua karyanya berupa kitab fiqih dan hadist diakui banyak orang hingga sekarang, dan selalu menjadi sumber informasi utama.

Karena kejeniusnya dalam ilmh hadist itu maka sebagian ulama memberinya julukan amirul mukminin fil hadist atau pemimpin kaum mukmin dalam bidang ilmu hadist.

Shahih Bukhari

Karya paling hebat dari Imam Bukhari adalah Kitab Al Jami'al -Shahil atau lebih dikenal sebagai Shahih Bukhari. Kitab ini berisi sekitar 9082 hadist pilihan yang ia pilih dan kumpulkan selama 16 tahun. Selama itu, ia mengunjungi berbagai tempat dan bertemu dengan 80 ribu perawi hadist (penyusun hadist). Dengan daya ingat dan hapalannya yang luar biasa, ia bisa menghapal sekitar 1 juta hadist.

Imam Bukhari wafat pada tanggal 31 Agustus 256 Hijriyah (870 Masehi) karena sakit. Saat itu bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri. Ia kemudian dimakamkan setelah shalat dzuhur.

(Source 100 Tokoh Teladan Tim Darul Fikr)

No comments:

Post a Comment

Sebab-Sebab Mendapat Ilmu Yang Bermanfaat Dan Sebab-Sebab Ilmu Kokoh Didalam Hati

بسم الله الرحمن الرحيم Ilmu bukanlah sekedar maklumat, konten, data, hafalan, catatan tapi ilmu adalah KARAKTER . Ilmu perhiasan terin...