بسم الله الرحمن الرحيم
Ilmu bukanlah sekedar maklumat, konten, data, hafalan, catatan tapi ilmu adalah KARAKTER.
Ilmu perhiasan terindah di dunia, tidak mudah didapat, hanya orang-orang memiliki adab yang tinggi saja yang bisa memilikinya.
Segala sesuatu yang berkelas tidak mudah didapati.
SEBAB-SEBAB MENDAPAT ILMU YANG BERMANFAAT DAN SEBAB-SEBAB ILMU KOKOH DIDALAM HATI
1. NIAT YANG IKHLAS
Al Imam Ibnu Mubarok mengatakan :
Langkah pertama dunia ilmu adalah niat yang ikhlas.
Ikhlas adalah syarat untuk semua amalan dan syarat diterimanya amalan.
Seseorang mendapat ganjaran sesuai niatnya.
Kisah Nabi Musa mencari Nabi Khidir selama -/+ 70 tahun. Mencari ilmu, mengejar ilmu.
Nabi Musa mencari Nabi Khidir padahal ilmunya lebih tinggi Nabi Musa (beliau Ulul Azmi --> Terbaik di dunia), tapi karena ilmu ikhlasnya untuk mencari Ridho Allah SWT.
Dalilnya QS. Al Kahfi : 60
وَاِ ذْ قَا لَ مُوْسٰى لِفَتٰٮهُ لَاۤ اَبْرَحُ حَتّٰۤى اَبْلُغَ مَجْمَعَ الْبَحْرَيْنِ اَوْ اَمْضِيَ حُقُبًا
"Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada pembantunya, Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke pertemuan dua laut; atau aku akan berjalan (terus sampai) bertahun-tahun."
2. KETERASINGAN DAN KESENDIRIAN SAAT MENUNTUT ILMU
Penuntut ilmu harus mempunyai pola yang berbeda dengan orang awam. Sehingga dianggap asing oleh orang lain.
Jika setelah menuntut ilmu, kehidupan kita masih sama seperti sebelumnya, maka jangan harap bisa mendapatkan ilmu yang berkah.
Dianggap asing dengan adab dan keteraturan bicara kita, KETIDAKTERTARIKAN KITA DENGAN AIB-AIB ORANG LAIN.
Kesendirian
Barang siapa yang terlalu sering berinteraksi dengan manusia, tidak mungkin dapat ilmu (kata para ulama).
Hidup dizaman fitnah ---> Konsep Menyendiri
Mungkin yang bergaul dengan sabar lebih baik dari pada yang tidak mau bergaul ( ini kondisi normal)
Kalau banyak fitnah ---> lebih baik menyendiri. Tapi jangan diputuskan, hanya membatasi diri.
KECUALI SOSOK YANG INGIN MERUBAH.
Itulah alasannya kenapa Nabi sebelum menerima wahyu pertama, ditumbuhkan rasa senang menyendiri.
Karena hati kosong lebih siap diisi (tidak penuh dengan isu-isu,fitnah)
Penuntut ilmu selalu muhasabah, mana ilmu yang belum diamalkan. Bukan berarti tidak boleh bergaul, tetapi fokuslah pada diri sendiri.
3. SECUKUPNYA
POLA HIDUP SECUKUPNYA DALAM MAKAN DAN DALAM MENIKMATI MATERI DUNIA DAN HAL-HAL YANG MEMBUAT KITA MALAS.
QS. Al A'raf : 32
Allah SWT berfirman:
قُلْ مَنْ حَرَّمَ زِيْنَةَ اللّٰهِ الَّتِيْۤ اَخْرَجَ لِعِبَا دِهٖ وَا لطَّيِّبٰتِ مِنَ الرِّزْقِ ۗ قُلْ هِيَ لِلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا خَا لِصَةً يَّوْمَ الْقِيٰمَةِ ۗ كَذٰلِكَ نُفَصِّلُ الْاٰ يٰتِ لِقَوْمٍ يَّعْلَمُوْن
"Katakanlah (Muhammad), Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah disediakan untuk hamba-hamba-Nya dan rezeki yang baik-baik? Katakanlah, Semua itu untuk orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, dan khusus (untuk mereka saja) pada hari Kiamat. Demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu untuk orang-orang yang mengetahui."
Untuk menjadi penuntut ilmu sejati harus merasakan lapar dan capek (dalam belajar dan mengamalkan ilmu)
Arti secukupnya bukan berarti tidak boleh menikmati fasiltas dunia, asal jangan berlebihan.
Belanja, beli baju, dan lainnya SECUKUPNYA, karena segalanya akan ditanya di akhirat oleh Allah SWT.
4. TAWADHU
Rendah hati
Tawadhu ----> sikap menerima kebenaran dan tidak meremehkan manusia.
Sombong ----> sikap menolak kebenaran dan meremehkan manusia.
Jika ingin ilmu bermanfaat harus punya mental selalu menerima kebenaran.
5. BERANI BERKORBAN
Ilmu adalah ruh dalam kehidupan.
Imam Syafi'i :
Ilmu itu jika kita korbankan semua yang kita miliki, maka akan mendapatkan sebagian saja.
Para ulama mengerti benar konsep ini, mereka mengorbankan waktu, tenaga dan energi.
Contohnya Al Imam Az Zuhri
Beliau dalam hidupnya ke Syam -- Hijaz -- Syam -- Hijaz
Tidak ada yg jauh bagi penuntut ilmu. Padahal dizamannya beliau naik onta, kuda atau bahkan jalan kaki.
Mental berani berkorban adalah syarat sukses dunia dan akhirat.
Semoga kita istiqomah dalam menuntut ilmu sebagai bekal untuk menjalani kehidupan dunia dan akhirat.
Ulama klasik berpendapat :
Bukankah ilmu kecuali apa yang masuk kedalam kamar mandi bersama anda.
Maksudnya Ilmu adalah KARAKTER YANG TIDAK BISA DIPISAHKAN DARI DIRI KITA.
Barakallah
(Sumber : jiping kajian ustadz muhammad nuzul dzikri, lc (8x pertemuan))







