IMAM TURMUDZI
Penyusun Hadits Yang Kuat Hapalannya
Imam Turmudzi lahir di Tirmiz, Uzbekistan. Ia pernah belajar hadits pada Imam Bukhari, Imam Muslim dan Imam Abu Dawud. Ia dikenal sebagai ahli hadits yang mengetahui kelemahan-kelemahan para perawinya. Ia dikenal juga sebagai ahli fiqih (ilmu tentang hukum-hukum dalam Islam yang berhubungan dengab perkataan maupun perbuatan) yang cerdas dan berwawasan luas.
Saat Imam Bukhari wafat, tak ada seorang pun yang bisa menggantikan posisinya di daerah Khurasan, kecuali Imam Turmudzi.
Tak Pernah Menyia-Nyiakan Waktu
Sejak kecil, Imam Turmudzi sangat suka mencari dan mempelajari hadits. Ia rela mengembara ke berbagai negeri seperti Hijaz, Irak, Khurasan, dan daerah lainnya. Ditengah perjalanan, ia sempatkan untuk mengunjungi para ulama besar dan guru-guru hadits.
Dari para imam dan ulama tersebut, ia banyak mendengar, mencatat, dan menghapal hadits-hadits dengan baik. Dalam perjalanannya menuju Mekkah, ia tidak pernah menyia-nyiakan kesempatan untuk berkunjung kerumah para ulama tersebut.
Pengakuan Para Ulama Besar
Banyak ulama besar yang mengakui kemuliaan dan kecerdasan Turmudzi. Al Hafiz Abu Hatim Muhammad, seorang pengkritik hadits, mengelompokkan Turmudzi ke dalam kelompok Siqat, yaitu orang-orang yang dapat dipercayai dan kuat hafalannya.
Selain itu, Abu Ya'la al-Khalili dalam kitabnya, Ulumul Hadits, menerangkan bahwa Imam Turmudzi adalah seorang penghafal dan ahli hadits yang sangat baik. Ia dikenal sebagai seorang ulama dan imam yang dapat dipercaya. Kitabnya yang berjudul Al-Jami'us Sahih menjadi bukti atas ketinggian ilmunya.
Kehilangan Penglihatan
Memasuki usia tua,Imam Turmudzi sering menangis sehingga membuatnya kehilangan penglihatan sampai akhir hayatnya. Karena peristiwa itulah, ia kemudian dikenal sebagai Al-Dharir atau "yang kehilangan penglihatan"
Imam Turmudzi wafat di Tirmiz pada malam Senin, 13 Rajab tahun 279H dalam usia 70 tahun.
(Source : 100 Tokoh Teladan Tim Darul Fikr)

No comments:
Post a Comment