Friday, December 13, 2019

Perawi Hadits Utama - Imam Turmudzi

IMAM TURMUDZI
Penyusun Hadits Yang Kuat Hapalannya

Imam Turmudzi lahir di Tirmiz, Uzbekistan. Ia pernah belajar hadits pada Imam Bukhari, Imam Muslim dan Imam Abu Dawud. Ia dikenal sebagai ahli hadits yang mengetahui kelemahan-kelemahan para perawinya. Ia dikenal juga sebagai ahli fiqih (ilmu tentang hukum-hukum dalam Islam yang berhubungan dengab perkataan maupun perbuatan) yang cerdas dan berwawasan luas.

Saat Imam Bukhari wafat, tak ada seorang pun yang bisa menggantikan posisinya di daerah Khurasan, kecuali Imam Turmudzi.

Tak Pernah Menyia-Nyiakan Waktu

Sejak kecil, Imam Turmudzi sangat suka mencari dan mempelajari hadits. Ia rela mengembara ke berbagai negeri seperti Hijaz, Irak, Khurasan, dan daerah lainnya. Ditengah perjalanan, ia sempatkan untuk mengunjungi para ulama besar dan guru-guru hadits.

Dari para imam dan ulama tersebut, ia banyak mendengar, mencatat, dan menghapal hadits-hadits dengan baik. Dalam perjalanannya menuju Mekkah, ia tidak pernah menyia-nyiakan kesempatan untuk berkunjung kerumah para ulama tersebut.

Pengakuan Para Ulama Besar

Banyak ulama besar yang mengakui kemuliaan dan kecerdasan Turmudzi. Al Hafiz Abu Hatim Muhammad, seorang pengkritik hadits, mengelompokkan Turmudzi ke dalam kelompok Siqat, yaitu orang-orang yang dapat dipercayai dan kuat hafalannya.

Selain itu, Abu Ya'la al-Khalili dalam kitabnya, Ulumul Hadits, menerangkan bahwa Imam Turmudzi adalah seorang penghafal dan ahli hadits yang sangat baik. Ia dikenal sebagai seorang ulama dan imam yang dapat dipercaya. Kitabnya yang berjudul Al-Jami'us Sahih menjadi bukti atas ketinggian ilmunya.

Kehilangan Penglihatan

Memasuki usia tua,Imam Turmudzi sering menangis sehingga membuatnya kehilangan penglihatan sampai akhir hayatnya. Karena peristiwa itulah, ia kemudian dikenal sebagai Al-Dharir atau "yang kehilangan penglihatan"

Imam Turmudzi wafat di Tirmiz pada malam Senin, 13 Rajab tahun 279H dalam usia 70 tahun.

(Source : 100 Tokoh Teladan Tim Darul Fikr)




Perawi Hadits Utama - Imam Nasa'i

IMAM NASA'I
Dianiaya karena Mencintai Keluarga Rasulullah SAW

Termasuk Penulis Enam Hadits Utama

Imam Nasa'i termasuk salah seorang ulama hadits yang terkenal. Salah satu karyanya masuk menjadi Enam Kitab Utama Hadits, Keenam buku hadits ini dikenal yang paling sahih yang pernah dihasilkan para ulama hadits sampai saat ini.

Mengembara Sejak Kecil

Sejak kecil, Imam Nasa'i sudah mulai menghafal Al Qur'an dan mempelajari ilmu agama. Ia memiliki daya ingat yang kuat dan terkenal sangat teliti. Saat berusia 15 tahun, Imam Nasa'i telah mengembara untuk menimba ilmu dan belajar hadits di Hijaz, Irak, Syam, Mesir dan Jazirah.

Kepada ulama-ulama negeri tersebut, ia belajar ilmu hadits dan ilmu agama. Beberapa ulama yang pernah ia datangi untuk menimba ilmu adalah Imam Abu Dawud dan Imam Tirmidzi.

Selain seorang ulama hadits, Imam Nasa'i juga dikenal sebagai ahli fiqih yang berwawasan luas. Seperti halnya para imam dan periwayat hadits lainnya. Selain kuat ingatannya dan teliti, Imam Nasa'i juga sangat disiplin dan tidak mudah menyerah. Oleh karena itu, ia banyak menghasilkan tulisan tentang ilmu hadits yang mengagumkan.

Buku Hadiah Untuk Walikota

Salah satu karyanya dibidang hadits yang terkenal adalah Sunan Al kubro yang lebih dikenal dengan Sunan An Nasa'i. Setelah buku haditsnya itu selesai disusun, ia kemudian menyerahkannya kepada Walikota Amir Ar Ramlah sebagai hadiah.

Imam Nasa'i wafat pada hari Senin tanggal 13 Safar 303 Hijriyah atau 915 Masehi di Ramlah, Syria. Jenazahnya lalu dibawa ke Mekkah dan dimakamkan disebuah tempat antara Shafa dan Marwa.

(Source : 100 Tokoh Teladan Tim Darul Fikr)






Perawi Hadits Utama - Imam Muslim

IMAM MUSLIM
Perawi Hadits Terbaik Kedua Setelah Imam Bukhari


Lahir Di Tempat Para Ulama Besar Tinggal

Imam Muslim dilahirkan di Naisabur, Uzbekistan pada tahun 202 Hijriyah atau 817 Masehi. Pada masa Dinasti Samanid, Naisabur menjadi pusat pemerintahan dan perdagangan selama hampir 150 tahun. Selain itu, Naisabur dikenal juga sebagai salah satu kota ilmu dan pusat peradaban di kawasan Asia Tengah yang terkenal sebagai tempat tinggal para ulama besar.

Berani Mengoreksi Kesalahan Sang Guru

Perhatian dan kesukaan Imam Muslim terhadap ilmu hadits sudah dimulai sejak usia 10 tahun. Saat itu, ia sering datang untuk belajar kepada seorang ahli hadits. Setahun kemudian, ia mulai menghafal hadits Rasulullah SAW, dan berani mengingatkan kesalahan dari gurunya saat sang guru salah menyebutkan hadits. Allah SWT telah menganugerahi kelebihan berupa kecerdasan dan daya ingat yang kuat kepada Imam Muslim. Oleh karena itu, saat usianya hampir 15 tahun, ia telah memutuskan untuk mendalami ilmu hadits.

Perawi Terbaik Setelah Imam Bukhari

Dibidang hadits, nama Imam Muslim sangat populer dan hampir sejajar dengan gurunya, Imam Bukhari. Bahkan, Imam Muslim dianggap menjadi orang kedua terbaik dalam masalah ilmu hadits setelah Imam Bukhari.

Kitab Hadits Terbaik Kedua

Imam Muslim banyak menulis kitab hadits. Namun karyanya yang cukup penting dan yang paling utama adalah Kitab Shahih Muslim. Kitab ini berisi kumpulan hadits yang disusun oleh Imam Muslim. Dari sekitar 300.000 hadits yang ia kumpulkan, sekitar 4000 hadits yang dijamin keasliannya. Kitab Shahih Muslim menjadi kumpulan hadits terbaik kedua setelah Kitab Shahih Bukhari. Kedua kitab hadits tersebut mendapat penghargaan yang sama sebagai As - Shahihain (dua kitab shahih rujukan utama).

Imam Muslim wafat hari Ahad, 24 Rajab 261 Hijriyah.

(Source : 100 Tokoh Teladan Tim Darul Fikr)




Thursday, December 12, 2019

Perawi Hadits Utama - Imam Ibnu Majah

IMAM IBNU MAJAH
Penghafal 4.241 buah hadits

Siapakah Ibnu Majah Itu?
Imam Abu Abdullah Muhammad bin Yazid bin Majah ar-Rabi'i al Qarwini atau lebih dikenal dengan nama Ibnu Majah lahir di Qazwin, Irak pada tahun 209 Hijriyah atau 824 Masehi. Ia dikenal sebagai pemuda yang pintar, jujur, rendah hati dan berani.

Belajar Hadits Sejak Kecil
Keseriusan Ibnu Majah mempelajari ilmu hadits sudah terlihat sejak kecil. Ibnu Majah kecil sangat tekun dan cinta ilmu pengetahuan. Pada usia 15 tahun, ia banyak belajar dari seorang guru ternama, yaitu Ali bin Muhammad At-Tanafasi.

Bakat dan kesukaannya dibidang ilmu hadits semakin. Ibnu Majah pun memutuskan untuk pergi ke beberapa daerah dan negara untuk mencari, mengumpulkan, dan menulis hadits-hadits. Puluhan negeri telah ia kunjungi, diantaranya Rayy (Teheran), Basra, Kufah, Baghdad, Khurasan, Suriah dan Mesir.

Ibnu Majah mampu mengumpulkan dan menulis puluhan, bahkan ribuan hadits dari sumber-sumber yang dipercaya kesahihannya. Selama berkunjung ke beberapa negara, ia banyak belajar kepada para ulama setempat, seperti Abu Bakar bin Abi Syaibah dan Muhammad bin Abdullah bin Numayr. Berdasarkan keterangan, Ibnu Majah telah menghafal lebih dari 4.241 hadits.

Karya Terbesar Ibnu Majah

Meskipun telah banyak karya yang dihasilkannya, tapi karya yang  paling populer di mata umat muslim adalah kitab yang berjudul Sunan Ibnu Majah. Kitab ini merupakan karya terbesar Ibnu Majah yg terdiri dari 32 kitab, 1.500 bab, dan lebih dari 4.000 hadits. Kitab ini juga termasuk dalam Al-Kutubus Sittah atau Enam Kitab Ulama Hadits.

Sebagian ulama di dunia menetapkan kitab-kitab hadits yang termasuk kedalam Al-Kutubus Sittah, yaitu :

- Shahih Bukhari, karya Imam Bukhari
- ShahihMuslim, karya Imam Muslim
- Sunan Abu Dawud, karya Imam Abu Dawud
- Sunan Nasa'i, karya Imam Nasa'i
- Sunan Tirmidzi, karya Imam Tirmidzi
- Sunan Ibn Majah, karya Imam Ibn Majah

Ibnu Majah wafat pada tanggal 22 Ramadhan 273 Hijriyah atay 887 Masehi. Ia dimakamkan ditanah kelahirannya, Qazwin, Irak.

(Source : 100 Tokoh Pilihan Tim Darul Fikr)


Sunday, December 8, 2019

Perawi Hadits Utama - Imam Hambali

IMAM HAMBALI
Ulama Pemberani

Guru Ulama Hadits
Imam Hambali adalah seorang ahli hadits terkenal. Banyak ulama dan para imam penulis hadits yang menuntut ilmu kepadanya seperti Imam Bukhari, Imam Muslim dan Imam Abu Dawud. Hebatnya beliau menguasai dan hafal sampai 700.000 hadits. Semua itu karena kecerdasaannya sehingga ia dapat menyerap hadits-hadits tersebut dengan mudah dan cepat.

Ayahnya hanya mewariskan sebuah rumah kecil dan tanahnya sempit. Itu sebabnya ia melakukan berbagai pekerjaan untuk menghasilkan uang. Ia pernah bekerja sebagai penjahit, penulis, penenun kain dan bahkan menjadi kuli panggul. Semua pekerjaan yang halal akan ia lakukan demi menjaga kehalalan setiap makanan yang dimakannya.

Hambali dikenal sangat tekun, pantang menyerah dan sangat tertarik mempelajari ilmu hadits. Saking senangnya dengan ilmu hadits, ia rela mendatangi para ahli hadits untuk mendapatkan sebuah hadits meskipun tempat itu sangat jauh. Hal itu ia lakukan bukan hanya untuk belajar hadits, tapi juga mendengarkan nasihat para ulama terkenal.

Telat Menikah Demi Ilmu
Saat muda, Imam Hambali sering keberbagai tempat untuk menuntut ilmu. Saking asyiknya belajar dan menuntut ilmu, ia baru menikah pada usia 40 tahun. Ia menikah tiga kali, karena istri pertama dan keduanya meninggal. Dari tiga pernikahan itu, ia dikaruniai 7 anak.
Imam Hambali sangat rajin beribadah. Hampir setiap hari, ia berpuasa dan hanya tidur beberapa jam. Ia lebih banyak shalat malam hingga subuh menjelang. Selain itu, ia juga sangat dermawan. Ia tak segan memberikan semua uangnya untuk para sahabatnya yang sedang membutuhkan.

Dishalatkan 130.000 Jama'ah

Pada suatu masa, berkembangnya faham muktazilah yang menganggap Al -Qur'an adalah "mahluk" ciptaan Allah seperti manusia, hewan, atau tumbuhan. Padahal, Al - Qur'an adalah firman Allah SWT.

Paham muktazilah yang sesat itu didukung oleh khalifah yang sedang berkuasa saat itu, Al-Ma'mun dan Al Wasiq. Karena menentang paham Muktazillah, Imam Hambali dan para ulama lainnya ditangkap dan dipenjara. Selama dipenjara, mereka disiksa dengan kejam agar mengakui paham muktazilah.

Alhamdulillah, pada masa Khalifah Al Mutawakkil memerintah, Imam Hambali dan para ulama lainnya dibebaskan dari penjara. Setelah dibebaskan, ia diberi hadiah sebanyak 10.000 dirham oleh khalifah. Awalnya, Hambali menolak hadiah itu. Namun karena terus dipaksa, ia pun menerima dan membagikannya
kepada para fakir miskin.

Imam Hambali wafat pada tanggal 12 Rabiul awal tahun 241 Hijriyah atau 855 Masehi. Ia meninggal dalam usia 77 tahun. Jenazahnya dishalatkan oleh lebih dari 130.000 muslimin. MasyaaAllah.


(Source 100 Tokoh Teladan Tim Darul Fikr)








Tuesday, December 3, 2019

Perawi Hadist Utama - Imam Bukhari

IMAM BUKHARI
Pemimpin Kaum Mukmin di Bidang Hadist

Hilang Penglihatan Waktu Kecil

Imam Bukhari lahir pada hari Jumat tanggal 13 Syawal 194 Hijriyah (210 Juli 810 Masehi) di Bukhara, Uzbekistan. Masa kecil Imam Bukhari penuh dengan kesedihan, karena ia harus kehilangan penglihatannya tak lama setelah lahir. Namun, ibunya selalu berusaha dan berdoa untuk kesembuhan putra tercintanya. Alhamdulillah, atas izin dan karunia Allah, menjelang usia 10 tahun, penglihatannya sembuh. Imam Bukhari pun bisa melihat kembali.

Belajar Hadist Sejak Kecil

Imam Bukhari dididik dalam keluarga ulama yang taat beragama. Ayahnya dikenal sebagai orang yang sangat berhati-hati terhadap hal-hal yg hukumnya bersifat syubhat (ragu-ragu), apalagi terhadap hal-hal yang bersifat haram.
Sejak usia 10 tahun, Imam Bukhari telah mempelajari ilmu hadist yang sulit dan rumit. Bahkan, saat berusia 16 tahun, ia sudah hafal dan menguasai buku-buku seperti "Al-Mubarak" dan "Al-Waki". Saat usia 18 tahun, ia berhasil menerbitkan kitab pertamanya " Qudhoya as Shahabah wat Tabi'in" (Peristiwa-peristiwa hukum pada zaman Sahabat dan Tabi'in)

Pemimpin Kaum Mukmin di Bidang Hadist

Ia adalah seorang ahli hadist yang terkenal, selain Imam Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, An- Nasa'i dan Ibnu Majah. Daya ingat dan kemampuan menghapal Bukhari yang sangat kuat. Itulah mengapa ia banyak meriwayatkan hadist-hadist. Semua karyanya berupa kitab fiqih dan hadist diakui banyak orang hingga sekarang, dan selalu menjadi sumber informasi utama.

Karena kejeniusnya dalam ilmh hadist itu maka sebagian ulama memberinya julukan amirul mukminin fil hadist atau pemimpin kaum mukmin dalam bidang ilmu hadist.

Shahih Bukhari

Karya paling hebat dari Imam Bukhari adalah Kitab Al Jami'al -Shahil atau lebih dikenal sebagai Shahih Bukhari. Kitab ini berisi sekitar 9082 hadist pilihan yang ia pilih dan kumpulkan selama 16 tahun. Selama itu, ia mengunjungi berbagai tempat dan bertemu dengan 80 ribu perawi hadist (penyusun hadist). Dengan daya ingat dan hapalannya yang luar biasa, ia bisa menghapal sekitar 1 juta hadist.

Imam Bukhari wafat pada tanggal 31 Agustus 256 Hijriyah (870 Masehi) karena sakit. Saat itu bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri. Ia kemudian dimakamkan setelah shalat dzuhur.

(Source 100 Tokoh Teladan Tim Darul Fikr)

Sunday, December 1, 2019

Perawi Hadist Utama - Imam Abu Dawud

IMAM ABU DAWUD
Mengumpulkan 50.000 hadist


Menyusun Hadist Sejak Usia Muda

Imam Abu Dawud lahir di Basrah, Irak pada tahun 202 Hijriyah (817 Masehi). Selama hidupnya, Abu Dawud berhasil mengumpulkan sekitar 50.000 hadist. Puluhan ribu hadist ini kemudian dipilih dan ditulisnya kembali hingga menjadi 4.800 hadist shahih. Kumpulan hadist itu diantaranya terdapat dalam Kitab Hadist Sunan Abu Dawud.

Kecintaan Abu Dawud terhadap ilmu hadist mulai tumbuh saat berusia belasan tahun. Beranjak dewasa, ia mulai menyusun hadist-hadist tentang syari'at. Setiap hadist yang ia tuluskan akan ia periksa terlebih dahulu, dan disesuaikan dengan Al Quran. Ia bahkan selalu memperhatikan hadistnya kepada Imam Ahmad untuk diperiksa.

Atas kerja kerasnya dalam mengumpulkan hadist, banyak ulama yang meriwayatkan hadist dari Abu Dawud, termasuk Imam Al Ghazali. Ia pernah mengatakan bahwa Kitab Sunan Abu Dawud dapat dijadikan landasan hukum bagi seorang ahli fiqih.

Tegas pendiriannya

Abu Dawud dikenal sangat keras dalam membantah pemahaman yang menyimpang dari Al Quran dan hadist. Bantahan Abu Dawud terhadap penyimpangan ini banyak terdapat dalam kitabnya itu.

Abu Dawud lama tinggal di Baghdad dan Bashrah. Selain itu, ia juga sering melakukan penelitian ilmiahnya ke Saudi Arabia,Khurasan, Mesir, Suriah, Naisabur dan tempat-tempat lainnya.

Abu Dawud belajar langsung dari para ahli hadist, diantaranya dari para ahli hadist, diantaranya adalah Imam Ahmad, Al-Qanabiy, Sulaiman bin Harb, Abu Amr adh-Dhariri, Abu walid ath Thayalisi, Abu Zakariya Yahya bin Ma'in, Abu Khaitsamah, Zuhair bin Harb, ad-Darimi, Abu Ustman Sa'id bin Manshur, dan Ibnu Abi Syaibah


Selain menuntut ilmu kepada guru -guru hebat, Abu Dawud juga memiliki murid-murid cerdas yaitu Imam Turmudzi dan Imam Nasa'i.

Abu Dawud wafat di kota Bashrah pada tanggal 16 Syawal 275 Hijriyah.


(Sumber buku 100 Tokoh Teladan Tim Darul Fikr)

Sebab-Sebab Mendapat Ilmu Yang Bermanfaat Dan Sebab-Sebab Ilmu Kokoh Didalam Hati

بسم الله الرحمن الرحيم Ilmu bukanlah sekedar maklumat, konten, data, hafalan, catatan tapi ilmu adalah KARAKTER . Ilmu perhiasan terin...